Tuhan Bercakap Kepada Manusia Moden
Di dalam sanubari setiap manusia ada suatu kerinduan yang paling utama untuk memahami hidup dan erti hidup itu. Kita mahu mengetahui:
- Dari manakah asalnya dunia ini?
- Bagaimana caranya manusia berada di sini?
- Mengapakah terlampau banyak penderitaan dalam dunia ini?
- Apakah yang akan terjadi pada masa hadapan?
- Apakah jawapan terhadap berbagai masalah yang dihadapi manusia?
- Apakah maknanya perputaran kelahiran, hidup dan kematian yanng terus-menerus?
- Adakah hidup itu mempunyai makna atau maksud?
- Adakah harapan bagi kehidupan setelah mati?
- Adakah Tuhan memperhatikan saya?
- Bagaimanakah rupa Tuhan?
- Bagaimanakah sifat-sifat Tuhan?
BAGAIMANA TUHAN MEMPERKENALKAN DIRINYA KEPADA MANUSIA
Melalui alam, Tuhan memperkenalkan diriNya, kerana alam menyatakan banyak perkara tentang Tuhan kepada kita. Matahari menyatakan kemuliaanNya; bintang-bintang menyatakan jumlah segala tahunNya; setiap kuntum bunga menyatakan berita kecintaanNya. Tetapi apa yang dapat kita ketahui tentang Tuhan melalui alam tidaklah lengkap, kerana pernyataan alam tentang Tuhan tidaklah lengkap. Kita bertanya, pernahkah Tuhan bersabda kepada manusia langsung dengan bahasa manusia? Pernahkah ia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan kita? Jawapannya adalah, Ya. Sementara kita masih-masih meraba-raba, meninggalkan kita di dalam kegelapan. Dalam setiap masa, Dia telah memilih orang-orang yang menjadi jurukhabarNya. Melalui orang-orang ini, la telah mengatakan tentang DiriNya sendiri, bagaimana la menciptakan dunia ini, bagaimana dosa dan penderitaan telah terjadi, dan apa yang sedang dilakukanNya untuk menghabiskan dosa dan penderitaan itu. Para jurukhabar Tuhan memberikan berita mereka melalui suara dan tulisan mereka sementara mereka masih hidup; dan apabila mereka telah mati, maka segala tulisan mereka terus hidup. Tulisan-tulisan ini telah dikumpulkan semua dalam satu buku yang disebut Alkitab. Tidak masuk akalkah yang Tuhan dapat berkata-katakepada manusia? Tuhan yang hidup yang telah menjadikan kita; dan kalau Dia memang ada, tentulah Dia mesti memperkenalkan DiriNya kepada manusia.
Walaupun Alkitab adalah sebuah buku telah sangat tua, namun di dalamnya Tuhan bersabda kepada manusia moden. SabdaNya itu adalah berita peribadi yang ditunjukkan oleh Tuhan kepada kita. Dialah Bapa kita. Kita semua adalah anak-anakNya. Alkitab adalah surat yang berisi kemurahan dan kasih Tuhan kepada semua anak-anakNya. Melalui Alkitab itu Tuhan menyatakan kepada kita caranya untuk menjadi bahagia, caranya menjadi sihat dan mendapat kekayaan yang sejati,
BAGAIMANA ALKITAB TELAH DITULIS?
Alkitab yang suci, (yang juga disebut Kitab Suci), nampaknya sebagai suatu buku yang besar, tetapi yang sebenarnya adalah suatu kumpulan daripada 66 buah kitab yang dijilid bersama- sama menjadi sebuah buku. Keempatpuluh orang yang telah menuliskan kitab-kitab itu disebut nabi-nabi, kerana mereka berkata-kata bagi Tuhan. Para nabi ini adalah petani-petani, nelayan- nelayan, imam-imam, raja-raja, gembala-gembala, tabib-tabib, para pemungut cukai. Ada yang terpelajar, ada yang tidak.
Alkitab adalah sebuah buku yang tua Kelima buku yang pertama daripada keenampuluh enam buku telah dituliskan kira-kira 3,400 tahun yang lampau, atau pada tahun 1400 sebelum Masihi. Kitab yang terakhir dalam Alkitab telah dituliskan pada kira-kira tahun 100 Masehi. Dengan demikian telah memakan masa 1,500 tahun bagi keempatpuluh orang penulis menyelesaikan Alkitab itu seluruhnya. Mereka telah menuliskan berita mereka selama pemerintahan kerajaan-kerajaan purbakala pada beratus-ratus tahun yang lampau namun semua firman yang dituliskan mereka itu tidak pernah menjadi ketinggalan zaman. Bahagian daripada Alkitab yang disebut Perjanjian Lama pada mulanya telah dituliskan dalam bahasa Ibrani, sedangkan Perjanjian Baharu telah dituliskan dalam bahsa Yunani (Greek). Dalam setiap zaman Alkitab telah memberikan berita mengenai damai, penghiburan dan amaran.
Kita akan mengira bahawa tulisan-tulisan orang-orang dalam dalam berbagai zaman, berbagai bahasa dan berbagai latar-belakang akan berlawanan antara satu dengan yang lain. Banyak tulisan yang ada dalam buku-buku lain telah terjadi demikian. Tetapi keenampuluh enam kitab dalam Alkitab semuanya saling menyesuaikan dalam suatu keseluruhan yang sempurna.
SIAPAKAH YANG TELAH MENULISKAN ALKITAB ITU?
Misalkan ada seorang yang akan datang ke padang di depan pejabat pos di Kuala Lumpur, lalu meletakkan sekeping batu pualan putih di situ, lalu orang itu pergi. Lalu diikuti oleh yang lain, lalu yang lain, sampai sudah empat puluh orang yang datang, masing-masing telah meletakkan kepingan batu pualannya pada tempat yang tepat. Apabila orang yang terakhir telah pergi, kita melihat dengan kagum bahawa telah ada suatu arca atau patung raja yang terdiri di hadapan kita, yang seluruhnya terbentuk dengan ajaibnya daripada kepingan-kepingan yang telah dibawa oleh keempat puluh orang itu. Setiap keping telah diberi bernombor yang sesuai benar pada tempatnya. Kita dapati bahawa hampir semua orang-orang itu tidak saling berkenalan dan belum pernah berjumpa dahulu, dan mereka telah datang dari berbagai tempat di Malaysia. Apakah yang akan engkau fikirkan? Apakah yang akan menjadi kesimpulanmu? Tentulah ada fikiran seorang yang telah merancangkan akan patung itu dan telah mengirimkan masing-masing daripada ke empat puluh orang itu petunjuk-petunjuk yang tepat serta semua ukuran daripada bentuk dan besarnya yang harus dibuat terhadap kepingan batu pualamnya itu.
Demikian juga penulisan Alkitab. Para penulisnya hidup pada zaman yang berlainan kadang-kadang berbeza lebih dari seribu tahun antara seorang dengan yang lain. Dalam banyak hal mereka tidak berkenalan antara satu dengan yang lain. Mereka hidup di bawah pemerintahan yang berlain-lainan. Kerapkali berita mereka yang daripada Tuhan ditentang dengan tidak percaya, dengan perlawanan dan kebencian. Beberapa daripada penulis Alkitab telah dilempar dengan batu, dipenjarakan, dipancung kepala mereka, sebab mereka dibenci oleh orang-orang derhaka yang menjadi tujuan berita para penulis Alkitab itu. Namun mereka semua setia dalam menyampaikan kepada manusia akan apa yang telah Tuhan bentangkan kepada mereka itu. Inilah yang telah menjadikannya sangat luarbiasa. Apabila keenampuluh enam kitab dalam Alkitab dengan fasal-fasalnya yang berjumlah 1189, yang terdiri atas 31,173 rangkap atau ayat, disusun bersama dalam satu buku; terdapat suatu persesuaian yang sempurna. Sama seperti patung pualam, maka Alkitab adalah suatu keseluruhan yang sempurna-satu Buku-yang seluruhnya tekah dirancangkan oleh satu Fikiran. Fikiran yang satu itu adalah Tuhan.
Kalau demikian, apakah sumber Alkitab yang sebenar? Adakah Alkitab suatu buku daripada manusia atau berasal daripada Tuhan?
Dalam menjawab akan pertanyaan ini, Petrus, salah seorang penulis Alkitab, mengatakan bahawa tidak ada satupun daripada tulisan Kitab Suci (Alkitab), yang datang daripada akal manusia, tetapi adalah diucapkan oleh hamba Tuhan yang suci yang digerakkan oleh Tuhan untuk menuliskannya. (Bacalah 2 Petrus 1:20, 21). Paulus, seorang penulis Alkitab yang lain mengatakan bahawa Alkitab “diberikan atas ilham Tuhan” (Baca 2 Timotius 3:16). Para penulis Alkitab menunjukan kepada Tuhan sendiri sebagai pengarang kitab ini, namun kitab itu telah dituliskan oleh tangan manusia. Kebenaran yang dinyatakan adalah “dibarikan oleh Tuhan”, namun semuanya telah dinyatakan dalam pertuturan manusia. Oleh kerana Tuhan menyatakan kepada hamba-hambaNya yang kudus apa yang harus mereka tuliskan, maka kenyataannya Alkitab itu adalah buku yang telah dituliskan oleh Tuhan sendiri.
BAGAIMANA ALKITAB TELAH DATANG KEPADA KITA?
Pemeliharaan naskah-naskah Alkitab yang telah turun kapeda kita sejak zaman dahulu kala adalah suatu mukjizat dalam Alkitab itu sendiri. Seluruh naskah-naskah Alkitab. ada yang telah lebih daripada 1500 tahun umurnya, sedang dipamerkan dalam musim-musim dan perpustakaan-perpustakaan yang besar di dunia ini. Seluruh kitab-kitab dalam Alkitab, dan beribu-ribu naskah-naskah asli Alkitab ada yang telah lebih dari 200 tahun umurnya sedang dipamerkan dalam musim-musim dan perpustakaan-perpustakaan ini. Dengan membandingkan naskah-naskah tulisan Alkitab yang purba dapatlah kita melihat dengan langsung bahwa Alkitab pada hakikatnya tidaklah pernah berubah semenjak buku itu dituliskan.
Pada masa ini adalah mudah bagi kita mendapatkan Alkitab serta membacanya dalam bahasa kita sendiri. Namun sebelum penemuan alat pencetak bukanlah demikian. Sampai masa perekaan alat pencetak pada kira-kira lima ratus tahun lampau, semua naskah telah ditulis dengan susahpayah dengan tangan. Orang-orang yang membaktikan seluruh hidup mereka untuk menuliskan Alkitab itu mengetahui berapa banyak huruf yang ada dalam tiap-tiap kitab yang mereka tulis, dan mereka harus catatkan tepat benar sampai dengan huruf-hurufnya. kalau ada satu huruf saja yang tersalah, maka mereka tidak dibenarkan untuk menghapusnya; melainkan seluruh mukasurat itu harus dimusnahkan lalu dituliskan kembali. Sebagai akibat daripada pemeliharaan mereka yang sangat teliti, maka Alkitab telah diturunkan selama berabad-abad dengan sangat tepat dan tidak ada kesalahan sedikit pun.
Dengan penemuan alat pencetak maka penarbitan Alkitab secar besar-besaran telah dimungkinkan, buku yang pertama sekali dicetak adalah sebuah Alkitab. Sejak masa itu, telah lebih dari seribu lima ratus juta jilid Alkitab yang telah dicetak. Pada masa ini ada 255 terjemahan Alkitab yang lengkap dan ada 1526 bahasa yang mempunyai terjemahan Alkitab sebahagian saja. Dan pada masa ini ada lebih banyak Alkitab yang dijual tiap-tiap tahun di negeri-negeri Timur, di Amerika, Afrika dan di Eropah dari semua buku-buku yang lain.
APAKAH PENGARUH ALKITAB TERHADAP KAHIDUPAN?
Alkitab menyangkut pengalaman-pengalaman kemanusiaan-kelahiran, kasih-sayang, perkahwinan, tanggungjawab ibubapa, dan kematian. Alkitab menyangkut luka yang terdalam dalam keadaan manusia; kejatuhan manusia dan akibat yang membawa kesengsaraan. Alkitab menunjukkan satu-satunya jalan bagi manusia agar dapat disembuhkan dari luka itu. Alkitab bukanlah buku untuk satu kaum, satu zaman atau satu bangsa saja. Buku itu telah dicintai oleh manusia dari semua kaum, semua kebudayaan dan semua zaman. Buku itu tekah dituliskan di rantau Timur, namun buku itu juga telah menarik hati orang-orang di rantau Barat. Buku itu memasuki gubuk orang yang miskin dan istana raja. Budak-budak suka akan certan- ceritanya yang sangat menarik hati; orang-orang muda diilhamkan oleh para pahlawan Alkitab, Para ibubapa memperolehi kebijaksanaan untuk mendidik anak-anak mereka, orang yang sakit, yang kesunyian dan yang telah tua mendapat penghiburan dan harapan untuk hidup yang lebih baik. Alkitab menguatkan apabila dalam kelemahan, membimbing apabila dalam kebingungan, memberikan kegembiraan apabila dalam kesedihan, memberikan ketenangan dalam kecemasan. Buku itu menunjukkan kepada lelaki dan perempuancaranya untuk hidup dengan berani, dan caranya mati tanpa ketakutan.
Mempelajari Alkitab akan menguatkan akal, sebagaimana tidak ada buku lain yang dapat melakukan hal ini. ” Bila tersingkap, firman-firmanMu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.” Mazmur 119:130. Kalau Alkitab dipelajari dengan saksama, dan pengajarannya diserap dalam kehidupan, maka Alkitab akan menjadikan se-seorang kuat dalam melawan kejahatan-kuat dalam menumbuhkan seseorang menjadi dewasa dan sempurna, secara jasmani, fikiran dan secara akhlak. Buku itu akan mengembalikan seseorang kepada peta Tuhan. Alkitab mempunyai kuasa yang besar. Semua hati yang dikeraskan terhadap segala perasaan manusia telah dihancurkan, dilembutkan dan dipenuhi dengan kasih oleh buku ini. Saya penah melihat secara peribadi bagaimana Alkitab mengubahkan seorang yang dahulunya seorang pengganas dan penghisap candu menjadi seorang pengkhutbah yang bersemangat. Saya telah meliht bagaimana Alkitab mengubahkan seorang pembohong dan seorang penipu menjadi seorang guru yang tulus hati dan benar. Saya pernah melihat buku yang ajaib ini menjengkau dari tubir akan orang-orang yang hendak membunuh diri lalu memulakan mereka dengan hidup yang mempunyai tujuan. Alkitab telah menjadikan orang yang sombong menjadi rendah hati, dan orang yang kedekut menjadi orang yang murah hati. Buku itu telah menjadikan orang-orang yang bermusuhan saling mengasihi. Buku itu telah mengubahkan lelaki dam perempuan yang rosak menjadi baharu kembali. Saya mahu katakan kepadamu suatu cerita yang sungguh tentang apa yang dapat dibuat oleh Alkitab untuk menjadikan seseorang bahagia, sihat dan kaya dalam semua yang terbaik bagi kehidupan.
Ada seorang lelaki yang bernama Hup Lee berjalan rebah rempah di jalan pada suatu malam dalam prjalanannya menuju ke suatu jeruman tempat menghisap candu. Entah bagaimana, ia tekah tertarik dalam suatu panggung tempat mereka mengadakan kumpulan Alkitab. Sesudah menghadiri tiga kali, maka ia menjadi seorang yang percaya akan Tuhan yang ada dalam Alkitab. Kemudian ia tiba pada suatu kenyataan yang dahsyat bahawa kalau hendak menjadi seorang umat Tuhan, ia harus berhenti menghisap candu. Dengan keputusan yang diadakannya, maka ia mengalami kesengsaraan yang hebat selama berhari-hari yang diikuti oleh keinginan-keinginan yang tidak memberi kepuasan selama berminggu-minggu. Hup Lee menceritakan kepada saya, bagaimana ia telah mengalami kesengsaraaan yang dahsyat, sehingga ia harus berjalan melalui permatang-permatang sawah pada siang dan malam. Untuk meredakan perasaan hangus yang dahsyat seakan-akan tubuhnya berada dalam api, kerapkali ia mencemplungkan dirinya ke dalam sungai kecil di sebelah rumahnya. Kawan-kawannya berkata kepadanya, “Engkau telah terlampau tua untuk berhenti menghisap candu, engkau akan mati kalau engkau hendak memaksakan kehendakmu itu.”
Tetapi Hup Lee berkeras, lalu diapun matilah–tetapi tidak mati secara jasmani, ia mati daripada kebiasaannya dalam menghisap candu. Dia mati terhadap candu agar ia boleh hidup bagi Tuhan. Sebagai orang yang Baharu dalam Tuhan, tahulah ia apa ertinya hidup, sungguh-sungguh, kerana sebagai janji Alkitab ia telah menjadi “seorang yang baharu-yang lama telah habis lenyap, segala perkara telah menjadi segar dan baharu.”
Saya tidak menanyakan hidup Hup Lee tentang wajahnya yang berseri; tetapi saya mahu mendengar jawapannya, sehinnga saya bertanya, “Adakah engkau lebih gembira sebagai seorang penghisap candu, atau adakah engkau lebih gembira sebagai seorang pengikut Tuhan yang benar?” Wajahnya menjawab dengan suatu senyuman. Isterinya, yang berdiri di dekatnya, berkata dengan suara yang kuat, “Mengapa, dia dahulu sangat kejam sehingga kami tak dapat hidup dengan dia, tetapi sekarang dia selalu gembira sepanjang masa. Apabila saya melihat akan perubahan dalam hidup suami saya, saya juga harus menjadi seorang yang percaya akan Tuhan dalam Alkitab itu.” Kitab Tuhan, Alkitab dapat mengubahkan hidupmu pula. Engkau akan menjadi sangat terharu!
