STAFF - Injil Matius

ARAHAN PENTING:

LANGKAH 1: Baca Alkitab

LANGKAH 2: Tulis refleksi anda khusus untuk kitab Matius dalam ruangan komen (Comment Section) di bawah

 

Refleksi anda haruslah merangkumi ciri-ciri yang berikut:

  • Apa yang anda pelajari daripada kitab tersebut
  • Kisah atau ajaran yang menyentuh hati anda
  • Apa yang sedang Tuhan ajarkan kepada anda secara peribadi
  • Bagaimana anda dapat menerapkan pengajaran tersebut dalam kehidupan anda
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
10 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Jane Liew Zi Jing
Jane Liew Zi Jing
5 days ago

After reading the book of Matthew, it reminds me again the gospel of Jesus.
The book started with the fulfillment of the Messiah’s prophecy and the birth of Jesus as descendants of Abraham and David. It amazes me everytime how accurate and timely prophecy is fulfilled. Then the book continues about the ministry of Jesus in Galilee,which reaffirms me that Jesus is the promised Messiah, showing the character of our one True God in human form and ministering at first hand with human beings. His love for human are everlasting and unconditional.

In His teachings to his disciples and the people around Him with multiple background, Jesus shows no prejudices and his wisdom from above and promises of God shows unfailing love. At the same time, with the Intention to teach and to call the lost and blinded sheep,Jesus uses many parables, rebukes,love and grace to win souls. Jesus highlights his death and the end time events and the fulfillment of prophecy clearly and we should repent and heed His teachings.

Last part of the book talks about the capture of Jesus, the betrayal of His disciples ,His sad torment and crucifixion by stoned- hearted evil sinners and yet how Jesus gain victory over sin and death, giving us our ultimate hope and eternal life.
His resurrection seals the salvation and atonement for our sins. Who are we that he love us with such everlasting love? Are we ready to meet Jesus for his second comings? Jesus is our only way to salvation.

End of report

Gwendolyne Richard
Gwendolyne Richard
5 days ago

Melalui pembacaan kitab Matius, saya melihat bahawa Tuhan tidak pernah mungkir janji. Tuhan sentiasa setia kepada janjiNya dimana setiap rancanganNya digenapi pada waktu yang tepat. Secara ringkasnya, kitab Matius mengisahkan tentang kelahiran dan kehidupan Yesus yang berasal dari keturunan Abraham dan Daud sebagai Mesias seperti yang telah dijanjikan Tuhan dengan tujuan membawa keselamatan kepada umat manusia.

Selepas Yesus dibaptis oleh Yohanes pembaptis, Yesus berkotbah, mempunyai 12 orang murid untuk mengikutiNya dan menyampaikan ajaran seperti kotbah di bukit serta melakukan banyak mukjizat dan penyembuhan. Yesus juga mengajar melalui banyak perumpamaan dan dimuliakan di atas gunung. Di bahagian ini, saya diajar untuk untuk saling mengasihi, mengampuni, serta percaya kepada Tuhan dalam segala keadaan.

Kitab Matius juga menceritakan bagaimana Yesus berdoa di Gatsemani sebelum Yesus ditangkap,diadili dan akhirnya disalibkan dan mati. Kasih Yesus adalah sangat besar kepada kita. Yesus rela mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Ini adalah sebuah pengorbanan, kesetiaan dan kasih tanpa syarat yang sangat luar biasa.

Yesus kemudian bangkit dari kematian yang menunjukkan Yesus telah menang ke atas dosa dan memberi misi kepada murid-muridNya untuk menyebarkan ajarannya kepada semua bangsa seperti yang ditunjukkan dalam bahagian akhir kitab Matius yang menyentuh tentang Amanat Agung Yesus kepada murid-muridnya.

Amanat Agung ini menyeru kepada saya agar menjadi terang dan garam dunia kerana iman bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi harus disebarkan melalui perkataan dan perbuatan dalam kehidupan seharian. Semoga saya dapat menyebarkan kasih dan kebenaran Kristus serta memantulkan karakter Kristus dalam hidup saya. Amen.

L. Chamrala Jerry
L. Chamrala Jerry
5 days ago

The Gospel of Matthew presents a clear, deep vision of Jesus as the promised king. Reading this book again reminds me what kind of King He is and why He is the promised King.

The beginning of Matthew starts with a genealogy that includes unlikely people, for example Rahab, Ruth, and even Bathsheba. This reminds me that God’s family has always included imperfect people. This ignites a hope that I belong in His family too, despite all of my flaws.

This book shows me what matters. In chapters 5 to 7, the Sermon on the Mount always challenges me. Jesus says things like:
• Blessed are the poor in spirit, which means God blesses those who know they need Him.
• Blessed are the merciful, which means God blesses those who show mercy.
• Blessed are the peacemakers, which brings the meaning that God blesses those who bring peace.
Jesus also teaches me that God cares more about my heart than just my outward actions. It’s not enough to avoid doing wrong, but I also need to deal with the anger, pride, and selfishness inside me. This is hard, but it shows me how much I need God’s grace.

Throughout Matthew, I see Jesus spending time with people whom society overlooked. I’m talking about the people who are sick, the poor, the outcasts. The disciples argued about who was the greatest, and Jesus told them that true greatness is serving others like a child. This challenges me to stop comparing myself to others and instead focus on loving and serving. The book of Matthew shows me that He values the ‘unexpected’.

Jesus comes in humility. When Jesus enters Jerusalem (chapter 21), He rides on a donkey, not a warhorse. He doesn’t come with armies or forces. He comes gently. This shows me that God’s power looks different from what I often expect.

He sacrifices and saves. The cross seemed like a defeat, but Jesus rose from the grave. He took the punishment I deserved so I could be forgiven. There’s nothing I can do to earn this. I can only receive it with gratitude.

The final words of Matthew give me great comfort. He stays with me. Jesus tells His followers to go and share His love with others, and then He promises: “I am with you always, to the end of the age.”

Now comes the concluding question of what the book means to me on a personal level. Reading Matthew reminds me that:
• I don’t have to be perfect to follow Jesus.
• God looks at my heart, not just my actions.
• Serving others is more important than status.
• Jesus came to save me, not to condemn me.
• I am never alone because He is always with me.
• Last but certainly not least is that this book leaves me feeling humbled, challenged, and deeply grateful.

As a teacher in a Seventh-Day Adventist institution, being reminded to be humble, accept challenges with God’s mission and service in mind, and to always feel grateful for the things we have received is the essence of what the book of Matthew portrays. When we feel alone, burdened, and tired, look at Jesus. He is our strength, He is our courage, and He will be our anchor.

Roimon Kumin
Roimon Kumin
5 days ago

Shalom. Kitab Injil Matius adalah kitab pertama dalam Perjanjian Baru yang ditulis oleh Rasul Matius.
1. Pengenalan dan Silsilah (Fasal 1–2)
Matius memulakan injilnya dengan silsilah Yesus yang bermula dari Abraham dan Raja Daud dan seterusnya Yusuf. Bahagian ini merangkumi kisah kelahiran Yesus daripada seorang perawan bernama Maria. Seterus kisah kelahiran Yesus dan kunjungan orang Majus, dan pelarian Yusuf ke Mesir. Herodes membunuh anak-anak yang berusia 2 tahun kebawah.

2. Persediaan Pelayanan (Fasal 3–4)
Pembaptisan: Yesus dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis.
Pencobaan: Yesus dibawa ke padang gurun dan menang melawan godaan Iblis. ayat yang saya suka. Matius 4.4 Manusia hidup bukan dari roti sahaja tetapi setiap dari firman yang keluar dari mulut Yahweh.
Permulaan Pelayanan: Yesus mula mengajar di Galilea dan memanggil murid-murid-Nya yang pertama Petrus dan
Andreas.
3. Lima Pengajaran Utama
Khotbah di atas Bukit (Fasal 5–7): Prinsip hidup dalam Kerajaan Syurga, termasuk Ucapan Bahagia dan Doa Bapa Kami. Ayat paling saya suka : Berbahagialah orang yang murah hatinya sebab ia akan berkemurahan.
Pengutusan Rasul (Fasal 10): Arahan Yesus kepada dua belas rasul untuk memberitakan Injil.
Perumpamaan Kerajaan (Fasal 13): Cerita-cerita tentang benih, lalang, dan harta terpendam untuk menjelaskan sifat Kerajaan Allah.
Kehidupan dalam Jemaat (Fasal 18): Pengajaran tentang kerendahan hati dan pengampunan sesama saudara seiman.
Khotbah Akhir Zaman (Fasal 24–25): Nubuat tentang kejatuhan Yerusalem dan kedatangan Yesus yang kedua kali.
4. Mukjizat dan Penolakan (Fasal 8–25)
Sepanjang pelayanannya, Yesus melakukan banyak mukjizat—seperti menyembuhkan orang sakit dan membangkitkan orang mati—untuk menunjukkan kuasa-Nya. Walau bagaimanapun, Dia menghadapi tentangan yang semakin meningkat daripada pemimpin agama Yahudi (orang Farisi dan Saduki)

5. Kematian dan Kebangkitan (Fasal 26–28)
Kisah Merangkumi Perjamuan Terakhir, pengkhianatan Yudas, penangkapan, dan penyaliban Yesus.
Kebangkitan: Yesus bangkit dari kematian pada hari ketiga, membuktikan kemenangan-Nya atas dosa dan maut.
Amanat Agung: Kitab ini diakhiri dengan perintah Yesus kepada murid-murid-Nya untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid-Nya. Ayat yang saya suka Matius 28:20….Janjinya “aku menyertai kamu senentiasa sampai kepada akhir zaman”. Amen

AELYANA JAMAUN
AELYANA JAMAUN
5 days ago

Refleksi Pembacaan Injil Matius

Semasa saya membaca kitab ini, saya melihat bahawa Yesus banyak memberikan teguran dan nasihat kepada orang yang kurang percaya. Teguran yang diberikan bukanlah untuk menghukum, tetapi untuk membimbing manusia kembali kepada jalan yang benar. Saya sangat kagum kerana ketika Yesus berada di dunia, Dia telah menyatakan kuasa dan kesaksian-Nya melalui pelbagai mukjizat yang luar biasa. Yesus menyembuhkan orang sakit tenat pada zaman di mana bidang perubatan masih belum canggih, membuktikan bahawa kuasa Tuhan mengatasi segala keterbatasan manusia. Selain itu, Yesus juga membangkitkan orang mati sebagai tanda bahawa Dia berkuasa atas kehidupan dan kematian. Malah, orang-orang berdosa seperti pelacur dan pemungut cukai turut diampuni dosa mereka oleh Yesus, menunjukkan kasih dan pengampunan Tuhan yang tidak terbatas. Selain itu, Yesus juga memberi makan kepada ribuan orang dengan hanya lima roti dan dua ikan, yang menggambarkan bahawa Tuhan mampu mencukupkan keperluan umat-Nya walaupun dalam keadaan yang kelihatan mustahil.

Yesus juga banyak menggunakan perumpamaan dalam penyampaian ajaran-Nya. Perumpamaan ini sangat dekat dengan kehidupan seharian manusia, seperti tentang penabur, biji sesawi, dan talenta. Hal ini demikian kerana pemahaman manusia adalah terbatas, dan melalui perumpamaan, mesej rohani dapat difahami dengan lebih mudah dan mendalam. Saya menyedari bahawa cara Yesus mengajar sangat bijaksana dan penuh hikmat, kerana Dia memahami keadaan dan tahap pemikiran manusia.

Melihat kepada kebaikan dan mukjizat yang dilakukan oleh Yesus, ramai orang mula percaya dan mengikuti-Nya. Namun begitu, terdapat juga pihak, terutamanya ketua-ketua imam dan pemimpin agama, yang berasa dengki dan terancam dengan pengaruh Yesus. Kedengkian ini akhirnya mendorong mereka untuk merancang pembunuhan Yesus. Peristiwa ini menunjukkan bahawa hati manusia yang dipenuhi iri hati boleh membawa kepada tindakan yang sangat kejam. Malah, mereka sanggup melepaskan seorang penjenayah, iaitu Barabas, demi menjatuhkan Yesus yang tidak bersalah.

Dalam pasal 27 hingga 28, diceritakan detik-detik penderitaan Yesus ketika disalibkan dan kebangkitan-Nya sebagai pemenang atas maut. Peristiwa ini sangat menyentuh hati saya kerana menggambarkan pengorbanan yang begitu besar demi menyelamatkan manusia daripada dosa. Kebangkitan Yesus pula memberi harapan bahawa maut bukanlah pengakhiran, tetapi terdapat kehidupan kekal bagi mereka yang percaya. Sebelum naik ke syurga, Yesus berpesan kepada sebelas orang murid-Nya: “Kerana itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Matius 28:19). Pesanan ini dikenali sebagai Amanat Agung yang menjadi tanggungjawab setiap orang percaya.

Apabila saya melihat perkembangan Injil ke seluruh dunia pada masa kini, saya sedar bahawa semuanya bermula daripada pemuridan yang dilakukan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya. Perkembangan ini menunjukkan betapa besarnya impak ketaatan dan kesetiaan dalam melaksanakan perintah Tuhan. Oleh itu, sebagai seorang guru yang bekerja dalam ladang Tuhan, saya merasakan satu tanggungjawab yang besar untuk menjadi salah seorang murid Yesus pada era moden ini. Saya ingin meneladani cara Yesus mengajar dengan penuh kasih, kesabaran, dan hikmat, serta berusaha membimbing pelajar bukan sahaja dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan nilai dan iman mereka.

Refleksi ini menyedarkan saya bahawa menjadi pengikut Yesus bukan sekadar percaya, tetapi juga melibatkan tindakan dan komitmen dalam kehidupan seharian. Saya berdoa agar saya terus dikuatkan untuk menjadi saksi yang setia dan alat Tuhan dalam menyebarkan kasih serta kebenaran-Nya kepada generasi akan datang.

Sherwin D.
Sherwin D.
5 days ago

Tentang kitab Matius. Rumusan saya.
Kitab ini ditulis oleh Matius salah seorang murid Yesus. Dulu beliau adalah pemungut cukai tetapi telah menerima panggilan Yesus untuk bersama dia. Matius menulis kisah kehidupn Yrsu sejak dilahirkan kepada hari dia dewasa dan mulai menginjil kepada hari dia dikhianati ditangkap dan disalibkan dan akhirnya pada hari k3 Yesus bangkit dari kematian. Pada akhir kitab ini Yesus masih berada di dunia selama 40 hari sebelum dia naik ke syurga menajdi imam besar bagi manusia. Dia telah menyelesaikan tugas yang paling berat paling suci dan paling penting demi menebus unat manusia dari dosa. Menunjukkan hukum itu tidak boleh diubah dan apa akibatnya. Kitab Matius menceritakan kebaikan Yesus dalam melayani dan menyembuhkan manusia yang sakit. Di sini Matius menceritakan bahawa tiada nama lain selain Yesus yang boleh menyelamatkan manusia. Yesu berkata “Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman”.

Demikian rumusan saya berkenaan kitab Matius.

Karen Kalianon - Girls Dorm Dean
Karen Kalianon - Girls Dorm Dean
5 days ago

Refleksi Peribadi Saya Selepas Membaca Kitab Matius:

Setelah selesai membaca kitab Matius, saya berasa sangat diberkati dan dikuatkan melalui pelbagai ajaran serta teladan yang ditunjukkan oleh Yesus Kristus. Kitab ini bukan sahaja menceritakan kehidupan dan pelayanan Yesus di dunia, tetapi juga mengajar saya tentang kasih, pengampunan, kerendahan hati, dan ketaatan kepada kehendak Tuhan. Setiap bab memberikan pelajaran yang berharga untuk saya renungkan dan praktikkan dalam kehidupan seharian sebagai seorang Kristian.
Daripada banyak ayat yang saya baca, Matius 11:28 merupakan ayat yang paling menyentuh hati saya. Ayat ini berbunyi, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Ayat ini memberikan pengharapan yang besar kepada saya, terutamanya ketika saya berasa penat secara jasmani akibat tuntutan kerja, tanggungjawab harian, dan cabaran kehidupan. Saya menyedari bahawa sebagai manusia, saya mempunyai batasan dan tidak mampu memikul segala beban dengan kekuatan sendiri.
Melalui ayat ini, saya belajar bahawa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya menghadapi kesukaran seorang diri. Sebaliknya, Dia mengundang saya untuk datang kepada-Nya dengan segala keletihan, kebimbangan, dan masalah yang saya hadapi. Saya berasa terhibur kerana mengetahui bahawa hanya Tuhan yang mampu memberikan kelegaan dan ketenangan yang sebenar. Walaupun rehat secara fizikal penting, saya mendapati bahawa ketenangan jiwa yang diberikan oleh Tuhan jauh lebih berharga dan tidak dapat diperoleh daripada perkara-perkara duniawi.
Selain itu, kitab Matius juga mengingatkan saya supaya sentiasa meletakkan kepercayaan kepada Tuhan dalam setiap keadaan. Yesus menunjukkan bahawa kehidupan yang berpusatkan Tuhan akan membawa damai sejahtera walaupun berhadapan dengan pelbagai cabaran. Saya terdorong untuk memperkukuhkan kehidupan doa saya dan lebih bergantung kepada Tuhan dalam membuat keputusan serta menghadapi setiap tanggungjawab yang diberikan kepada saya. Saya percaya bahawa apabila saya menyerahkan beban saya kepada Tuhan, Dia akan memberikan kekuatan yang saya perlukan pada waktunya.
Kesimpulannya, pembacaan kitab Matius telah memberikan kesan yang mendalam dalam kehidupan rohani saya. Matius 11:28 menjadi satu janji yang sentiasa menguatkan hati saya apabila berasa letih dan terbeban. Saya bersyukur kerana mempunyai Tuhan yang penuh kasih dan sentiasa bersedia menerima saya pada bila-bila masa. Doa saya adalah agar saya terus hidup dalam iman, mempercayai pimpinan Tuhan, dan mengingati bahawa hanya Dia sumber kelegaan, kekuatan, dan pengharapan yang sejati dalam hidup saya. Haleluya, puji Tuhan, Amen.

Peninah Dorin
Peninah Dorin
5 days ago

Injil Matius
Injil ini menyatakan bahawa Yesus adalah Mesias Sang Raja Kekal.Injil ini menghubungkan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru kerana penekanannya pada penggenapan nubuat. Kita harus mengakui Yesus sebagaimana Dia yang sebenarnya dan menyembah Dia sebagai Raja atas kehidupan kita.Yesus menyampaikan khotbah Di Bukit ,iaitu petunjuk-petunjuk untuk hidup Di Dalam kerajaan-Nya.Ia juga menceritakan banyak perumpamaan tentang perbezaan antara kerajaan-Nya dengan kerajaan dunia.Pengampunan,perdamaian,dan mendahulukan orang lain adalah beberapa karateristik yang membuat orang bersifat mulia dalam kerajaan Allah.Oleh yang demikian,kita harus hidup menurut norma-norma Allah sekarang supaya kita mulia dalam kerajaan Allah.Yesus datang untuk menunjukkan bagaimana seharusnya kita hidup sebagai warga negara yang setia di dalam kerajaan-Nya.

Soulement Reuel
Soulement Reuel
5 days ago

1. Kesimpulan Kitab Matius: Yesus Sebagai Raja dan Mesias

Kitab Matius merupakan jambatan yang menghubungkan Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru. Tujuan utama penulisan kitab ini adalah untuk membuktikan kepada pembaca, khususnya orang Yahudi, bahawa Yesus Kristus adalah Mesias yang telah dijanjikan oleh nabi-nabi terdahulu. Matius menyusun naratifnya dengan teliti, bermula dengan silsilah Yesus yang menelusuri garis keturunan Raja Daud dan Abraham, bagi menegaskan hak teokratik Yesus sebagai Raja segala raja. Melalui struktur silsilah ini, Matius ingin menyatakan bahawa janji keselamatan Tuhan kini sedang digenapi melalui kehadiran Yesus di dunia.
Kandungan utama Kitab Matius berpusat pada ajaran Yesus mengenai **Kerajaan Syurga**. Matius membahagikan ajarannya kepada lima khutbah besar, yang paling terkenal ialah Khutbah di Atas Bukit. Di sini, Yesus bukan sahaja mengajar tentang etika kehidupan beriman, tetapi juga memperdalamkan pemahaman tentang Hukum Taurat. Beliau menekankan bahawa kebenaran sejati bukan sekadar pematuhan ritual luaran, melainkan transformasi hati yang tulus. Yesus digambarkan sebagai “Musa Baru” yang membawa hukum kasih yang menyempurnakan segala undang-undang lama.
Selain itu, Matius menekankan identiti Yesus sebagai Imanuel, yang bermaksud “Allah menyertai kita.” Tema ini muncul di awal kelahiran-Nya dan ditegaskan semula di penghujung kitab. Mukjizat-mukjizat yang dilakukan Yesus bukan sekadar pertunjukan kuasa, tetapi bukti belas kasihan Tuhan kepada mereka yang terpinggir dan berdosa. Matius menunjukkan bahawa misi Yesus melampaui sempadan bangsa Yahudi; Ia datang untuk menyelamatkan semua bangsa, yang akhirnya memuncak dalam Amanat Agung.
Kemuncak kitab ini adalah penderitaan, kematian, dan kebangkitan Yesus. Matius memberikan perincian yang jelas tentang kemenangan Yesus ke atas maut, yang memberikan harapan baru bagi umat manusia. Kebangkitan-Nya mengesahkan bahawa segala kuasa di syurga dan di bumi telah diberikan kepada-Nya. Kitab Matius ditutup dengan perintah bagi para murid untuk pergi ke seluruh dunia, menjadikan semua bangsa murid Yesus, serta membaptiskan mereka. Ini menegaskan bahawa pengikut Kristus dipanggil untuk meneruskan misi kerajaan Allah dengan jaminan bahawa Yesus akan sentiasa menyertai mereka sehingga akhir zaman.

2. Kesimpulan Kisah Para Rasul: Pengembangan Gereja dan Kuasa Roh Kudus

Kisah Para Rasul, yang ditulis oleh Lukas, merupakan kesinambungan daripada Injil yang mencatatkan sejarah awal gereja selepas kenaikan Yesus ke syurga. Fokus utama kitab ini bukanlah sekadar aktiviti para rasul, melainkan peranan **Roh Kudus** yang memimpin, memberi kuasa, dan menggerakkan komuniti orang beriman. Kitab ini bermula dengan peristiwa Pentakosta, di mana Roh Kudus dicurahkan ke atas para murid, mengubah mereka daripada sekumpulan orang yang ketakutan menjadi saksi-saksi Kristus yang berani dan berwibawa di Yerusalem.
Naratif Kisah Para Rasul menunjukkan bagaimana injil tersebar mengikut pola yang ditetapkan Yesus: bermula dari Yerusalem, ke seluruh Yudea dan Samaria, dan akhirnya ke hujung bumi. Kita melihat peralihan besar di mana mesej keselamatan mula diterima oleh orang bukan Yahudi (bangsa-bangsa lain). Peristiwa pertobatan Kornelius dan pelayanan Petrus menunjukkan bahawa Tuhan tidak membezakan orang mengikut bangsa. Gereja mula-mula digambarkan sebagai komuniti yang tekun dalam pengajaran rasul, persekutuan, pemecahan roti, dan doa, yang menjadi teladan bagi gereja sepanjang zaman.
Bahagian kedua kitab ini memberi tumpuan yang besar kepada pelayanan Rasul Paulus. Daripada seorang penganiaya gereja yang kejam, Paulus diubah menjadi misionari yang paling prolifik melalui pertemuan luar biasa dengan Yesus di jalan menuju Damsyik. Perjalanan misionari Paulus ke Asia Kecil dan Eropah menunjukkan cabaran yang dihadapi oleh gereja awal, termasuk penganiayaan, perdebatan teologi, dan tentangan budaya. Walau bagaimanapun, di tengah-tengah kesukaran, firman Tuhan terus berkembang pesat dan jumlah orang percaya semakin bertambah.
Secara keseluruhannya, Kisah Para Rasul berakhir dengan Paulus berada dalam tahanan rumah di Roma, namun tetap memberitakan Kerajaan Allah dengan penuh keberanian tanpa halangan. Ini melambangkan bahawa mesej Injil tidak boleh dipenjarakan oleh kuasa manusia. Kitab ini memberikan inspirasi bahawa misi Tuhan adalah usaha yang dinamik dan berterusan. Ia mengingatkan setiap orang beriman bahawa mereka adalah sebahagian daripada sejarah besar yang digerakkan oleh Roh Kudus untuk membawa terang Kristus kepada dunia yang gelap, sambil menantikan kembalinya Tuhan dengan penuh pengharapan.

Suzainah Tatim
Suzainah Tatim
5 days ago

kitab Matius merupakan kitab pertama dalam perjanjian baru, disinilah bermulanya sisilah,kelahiran,pelayanan,hingga kematian Yesus dimana memenuhi janji-janji daripada perjanjian lama. Yesus Kristus adalah mesias, Raja dan juruslamat yang telah dijanjikan Allah dalam perjanjian Lama.
Salah satu fokus utama dalam buku ini juga menjelaskan hakikat kerajaan Allah dan bagaimana untuk menjadi warga syurga dan mengikuti prinsip-prinsip hidup melalui ajaran-ajaran yang radikal mengenai etika moral & kerohanian yang boleh dipelajari melalui kisah-kisah dan perumpamaan di dalam kitab ini sebagai panduan bagi kehidupan pada masa kini di dunia ini sementara menunggu kedatangan-Nya yang Kedua kali. Secara peribadi, pembacaan kitab Matius terutama disaat-saat Tuhan mahu disalibkan, doa di Taman Getsemani ini memberikan saya kesedaran, bahawa yang pasti dengan penuh Iman, Tuhan lah sumber utama pengharapan dan keselamatan kekal. Yesus merupakan simbol kasih yang tidak bersyarat dimana Dia sanggup Mati di Kayu Salib untuk menebus manusia berdosa. Sebagai pengikutnya, kita harus menjadi seperti karakter Yesus yang penuh kasih dan kerendahan hati. Kesimpulan daripada buku ini juga Tuhan telah memberikan satu amanat Agung kepada murid-muridnya untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya dan membaptis mereka. Saya percaya amanat Agung ini juga menjadi pegangan kita sebagai seorang Kristian pada zaman sekarang(pengikut Yesus/murid Yesus) untuk merealisasikan perkhabaran tiga malaikat ,menyebarkan kasih Yesus, agar ramai orang akan mengenali Yesus dan dapat mengecapi kerajaan syurga. Amin!

10
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x